Mojokerto,lensaindo.id – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Mojokerto terus memperketat pengawasan internal dengan menggelar razia mendadak di sejumlah blok hunian warga binaan, Kamis (22/1/26). Langkah ini dilakukan sebagai upaya preventif untuk menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban di dalam lapas.
Razia menyasar kamar-kamar hunian warga binaan yang dinilai rawan terhadap potensi peredaran barang terlarang. Kegiatan tersebut melibatkan jajaran Kesatuan Pengamanan Lapas (KPLP), petugas Kamtib, serta regu pengamanan yang bergerak secara terpadu dan terkoordinasi.
Petugas melaksanakan razia secara humanis dan sesuai prosedur, dengan mengedepankan pendekatan persuasif kepada warga binaan. Dengan cara ini, seluruh rangkaian kegiatan berjalan tertib tanpa menimbulkan ketegangan, sekaligus menumbuhkan kesadaran bersama akan pentingnya menjaga keamanan lingkungan lapas.
Kepala Lapas Mojokerto, Rudi Kristiawan, menegaskan bahwa razia rutin merupakan bentuk deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan yang dapat menghambat proses pembinaan warga binaan.
“Razia ini adalah langkah preventif sekaligus wujud komitmen kami untuk menciptakan lapas yang aman dan kondusif. Kami juga mengajak warga binaan berperan aktif menjaga ketertiban bersama,” tegas Rudi.
Ia menambahkan, kegiatan tersebut selaras dengan dukungan terhadap 15 Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya dalam upaya pemberantasan peredaran barang terlarang dan mewujudkan lapas yang bersih serta berintegritas.
Hasil razia menunjukkan situasi lapas dalam kondisi aman dan terkendali. Petugas tidak menemukan pelanggaran menonjol maupun barang berbahaya selama pemeriksaan berlangsung.
Melalui razia berkala ini, Lapas Mojokerto optimistis keamanan dan ketertiban dapat terus terjaga, sehingga program pembinaan warga binaan berjalan optimal dan berkelanjutan.(erick)


















