Jelang Ramadhan, Lapas Mojokerto Ajak Warga Binaan Gotong Royong Bersihkan Lingkungan

Petugas dan warga binaan lapas mojokerto sedang gotong royong membersihkan fasilitas umum di pinggiran sungai brantas.(dok.istimewa)
banner 120x600
banner 468x60

Mojokerto,lensaindo.id – Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah, Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Mojokerto turun langsung ke tengah masyarakat. Melalui program Pemasyarakatan Bersih-Bersih, jajaran petugas bersama warga binaan bergotong royong membersihkan dan mempercantik sejumlah fasilitas umum di wilayah Mojokerto sebagai wujud kepedulian sosial dan pengabdian nyata, Sabtu (16/2/26).

Kegiatan yang digelar serentak di seluruh Indonesia ini menyasar tempat ibadah, tempat pemakaman umum, hingga ruang publik yang digunakan masyarakat sehari-hari. Petugas dan warga binaan bekerja bahu-membahu membersihkan area, mengangkut sampah, serta melakukan perbaikan ringan agar fasilitas umum tampak lebih tertata dan nyaman.

banner 325x300

Di Kabupaten Mojokerto, aksi dipusatkan pada renovasi dan pengecatan Masjid Khoirul Amaliyah. Masjid yang berada di Dusun Belik, Desa Bendung itu kini tampil lebih bersih dan cerah setelah dilakukan pembaruan cat dan penataan area sekitar. Langkah ini dilakukan agar masyarakat dapat menjalankan ibadah Ramadhan dengan lebih khusyuk dan nyaman.

Tak hanya itu, jajaran Lapas Mojokerto juga membersihkan area jogging track di bantaran Sungai Brantas, Kota Mojokerto. Mereka mengangkat sampah, merapikan lingkungan, serta memastikan area publik tersebut aman dan layak digunakan warga untuk beraktivitas.

Kalapas Mojokerto, Rudi Kristiawan, menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi bukti nyata hadirnya pemasyarakatan di tengah masyarakat. Menurutnya, pembinaan tidak hanya dilakukan di dalam lapas, tetapi juga diwujudkan melalui kontribusi langsung kepada lingkungan sekitar.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin menunjukkan bahwa pemasyarakatan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Ini juga bagian dari upaya membangun sinergi dan kepercayaan publik,” ujarnya.

Ia menambahkan, keterlibatan warga binaan dalam kegiatan sosial menjadi bagian penting dari pembinaan kepribadian. Dengan terjun langsung membantu masyarakat, mereka belajar menumbuhkan rasa tanggung jawab, kepedulian, dan kesiapan untuk kembali berbaur setelah menyelesaikan masa pidana.

Pengurus Masjid Khoirul Amaliyah pun menyampaikan apresiasi atas bantuan renovasi dan pengecatan tersebut. Mereka menilai kehadiran jajaran pemasyarakatan membawa dampak positif, terutama menjelang Ramadhan ketika aktivitas ibadah meningkat.

Melalui gerakan Pemasyarakatan Bersih-Bersih yang dilaksanakan secara nasional, Lapas Mojokerto menegaskan komitmennya memperkuat pembinaan berbasis kemasyarakatan. Momentum ini sekaligus menjadi langkah menyambut Ramadhan dengan semangat kebersamaan, lingkungan yang lebih bersih, dan hubungan yang semakin harmonis antara pemasyarakatan dan masyarakat.(erick)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *