Mojokerto,lensaindo.id – Momentum bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah benar-benar dimanfaatkan jajaran Polres Mojokerto untuk menebar kepedulian. Ratusan paket takjil dibagikan kepada para pengguna jalan dan warga sekitar di depan Wisma Kapolres, Jalan Pahlawan, Kota Mojokerto, Rabu (25/2/26), dalam suasana penuh kehangatan dan kebersamaan.
Kegiatan sosial itu dipimpin langsung Kapolres Mojokerto, AKBP Andi Yudha Pranata, yang baru menempati rumah dinasnya. Ia turun ke jalan bersama jajaran Pejabat Utama (PJU), membagikan takjil kepada pengendara roda dua dan roda empat yang melintas. Senyum dan ucapan terima kasih dari warga mewarnai pembagian paket berbuka puasa tersebut.
Tak hanya melibatkan internal kepolisian, kegiatan ini juga menggandeng insan pers dari Persatuan Wartawan Indonesia dan Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia Mojokerto. Kolaborasi ini menjadi simbol sinergi antara aparat dan media dalam menghadirkan kegiatan positif di tengah masyarakat.
Rangkaian acara berlanjut dengan buka puasa bersama serta pemberian santunan kepada anak yatim piatu. Sejumlah tokoh lintas agama, tokoh masyarakat, perguruan silat, organisasi mahasiswa, hingga unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) turut hadir, memperkuat nuansa kebersamaan di bulan suci.
Dalam keterangannya, AKBP Andi Yudha Pranata menyebut Ramadan sebagai momentum strategis untuk mempererat hubungan antara kepolisian dan masyarakat. Ia mengaku kegiatan tersebut memiliki makna khusus karena bertepatan dengan hari pertamanya menempati rumah dinas sebagai Kapolres Mojokerto.
“Ramadhan menjadi waktu yang tepat untuk lebih mendekatkan diri dengan masyarakat. Kami ingin mengenal lebih dekat warga Kabupaten maupun Kota Mojokerto agar pelayanan yang kami berikan benar-benar sesuai harapan,” ujarnya.
Sebagai pejabat baru, ia juga mengungkapkan telah melakukan asistensi dan membangun komunikasi intensif bersama Forkopimda. Sejumlah isu strategis menjadi pembahasan, mulai dari rencana pemindahan ibu kota, penertiban galian C, hingga pengembangan potensi pariwisata di kawasan Pacet dan Trawas.
Menurutnya, sinergi lintas sektor menjadi kunci menjaga stabilitas keamanan sekaligus mendorong tata kelola pemerintahan yang lebih baik.
“Kami mematangkan konsep, menyamakan persepsi, dan memetakan berbagai persoalan bersama Forkopimda. Semoga ini menjadi semangat baru dalam membangun tata kelola yang lebih baik di Kabupaten Mojokerto,” tegasnya.
Ia pun menyatakan dukungan penuh terhadap kebijakan Bupati Mojokerto dalam mewujudkan pembangunan daerah yang maju dan kondusif, terutama selama Ramadhan.
Keberagaman elemen yang hadir, mulai dari tokoh agama Islam, perwakilan umat Kristen, budayawan, hingga organisasi perguruan silat, menjadi simbol harmoni di awal masa tugasnya.
“Semoga warna-warni kebersamaan ini menjadi bagian dari sinergi dan penerimaan masyarakat kepada kami dalam mengemban amanah di Mojokerto,” pungkasnya.(erick)

















