Lestarikan Tradisi Leluhur, Desa Claket Gelar Ruwah Desa Penuh Nuansa Religi dan Budaya

Lestarikan tradisi leluhur, Desa Claket gelar ruwah desa bernuansa religi dan budaya.(foto:erick)
banner 120x600
banner 468x60

Mojokerto,lensaindo.id– Tradisi Ruwah Desa Claket kembali digelar dengan penuh khidmat sekaligus kemeriahan. Kegiatan adat tahunan yang telah diwariskan secara turun-temurun ini menjadi simbol rasa syukur masyarakat Desa Claket atas limpahan rezeki, hasil bumi, serta keselamatan yang dianugerahkan Allah SWT.

Kepala Desa Claket, Umbar Mulyadi, menyampaikan bahwa Ruwah Desa selalu dilaksanakan setiap bulan Ruwah sebagai bentuk penghormatan terhadap tradisi leluhur yang hingga kini tetap dijaga dan dilestarikan oleh masyarakat.

banner 325x300

“Ruwah Desa merupakan warisan leluhur Desa Claket yang kami laksanakan setiap tahun sebagai ungkapan syukur atas hasil bumi dan segala nikmat yang diberikan Allah SWT,” ujar Umbar Mulyadi.

Rangkaian kegiatan diawali pada Jumat (30/1/2026) dengan khotmil Al-Qur’an, dilanjutkan dengan penyembelihan kerbau sebagai simbol sedekah bumi. Pada malam harinya, warga mengikuti pengajian umum dengan penceramah KH Azazudin Mudzakir dari Mojokerto.

Memasuki Sabtu (31/1/2026), suasana Desa Claket tampak semakin semarak. Pawai gunungan dan ancak digelar dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat, mulai dari tokoh masyarakat, perangkat dan lembaga desa seperti BPD dan LPM, RT/RW, Karang Taruna, ibu-ibu lansia, warga umum, hingga pelajar dari SD dan MI Tribakti.

Kegiatan Ruwah Desa Claket kali ini tampak sangat meriah, lantaran terdapat lima gunungan yang diarak dari rest area Desa Claket menuju rumah Kepala Desa. Kehadiran lima gunungan tersebut membuat warga sangat antusias mengikuti pawai. Puncak kemeriahan pun terjadi saat rebutan gunungan, di mana masyarakat berbondong-bondong berebut hasil bumi dengan penuh kegembiraan.

Setelah pawai, kegiatan dilanjutkan dengan ujub atau doa bersama sebagai permohonan keselamatan dan keberkahan. Rangkaian acara kemudian diteruskan dengan kesenian tayub yang digelar di Punden Siti Inggil, sementara pada malam hari masyarakat disuguhi pagelaran wayang kulit sebagai penutup rangkaian Ruwah Desa.

Umbar Mulyadi menegaskan, seluruh rangkaian Ruwah Desa tidak hanya bertujuan melestarikan budaya, tetapi juga mempererat kebersamaan dan persatuan warga.

“Melalui Ruwah Desa ini, kami berharap masyarakat Desa Claket selalu diberikan keselamatan, dijauhkan dari segala mara bahaya, serta dilimpahi keberkahan dalam kehidupan,” pungkas Umbar Mulyadi

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *