Sarung Diisi Batu Jadi Senjata, Dua Remaja Diamankan Polisi

Dua pemuda yang diduga sebagai provokator perang sarung diamankan petugas polres mojokerto kota.(foto:dokhumaspolresta)
banner 120x600
banner 468x60

Mojokerto,lensaindo.id – Tim Pamapta bersama Pleton Siaga Cipkon Harkamtibmas Polres Mojokerto Kota bergerak cepat membubarkan aksi perang sarung yang nyaris berujung tawuran di Jalan Surodinawan, Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto, Jumat (20/2/26).

Petugas turun ke lokasi setelah menerima laporan warga melalui layanan darurat 110. Warga mengaku resah dengan keberadaan sekelompok pemuda yang diduga hendak terlibat tawuran dengan modus perang sarung.

banner 325x300

Dipimpin Perwira Pengendali IPDA Made, tim gabungan piket Pamapta dan pleton siaga langsung melakukan penyisiran. Di lokasi, polisi mendapati belasan pemuda yang sudah bersiap melakukan aksi saling serang menggunakan sarung yang dimodifikasi. Petugas segera mengamankan dua orang yang terindikasi sebagai provokator.

Dari tangan para pemuda itu, polisi menyita dua sarung yang telah diikat dan diisi batu. Benda tersebut diduga akan digunakan sebagai alat untuk melukai lawan dalam tawuran.

Seluruh pemuda yang diamankan kemudian didata dan diproses melalui Tindak Pidana Ringan (Tipiring). Mereka juga menjalani pembinaan dan diminta membuat surat pernyataan agar tidak mengulangi perbuatannya. Orang tua dan keluarga turut dihadirkan untuk menyaksikan dan bertanggung jawab atas perilaku anak-anak mereka.

Kapolres Mojokerto Kota, Herdiawan Arifianto, menegaskan pihaknya tidak akan memberi toleransi terhadap segala bentuk gangguan kamtibmas selama Ramadan.

“Kami berkomitmen menjaga situasi Kota Mojokerto tetap aman dan kondusif, khususnya selama bulan Ramadan. Tawuran maupun perang sarung yang berpotensi membahayakan keselamatan tidak akan kami beri ruang. Kami mengapresiasi peran aktif masyarakat yang segera melapor melalui layanan 110,” tegasnya.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama “Jogo Mojokerto”, menjaga keamanan lingkungan, serta mengawasi anak-anak agar tidak terlibat dalam aktivitas negatif yang merugikan diri sendiri maupun orang lain.

Polres Mojokerto Kota mengimbau masyarakat agar segera melapor jika menemukan potensi gangguan kamtibmas melalui layanan 110 yang aktif 24 jam. Dengan sinergi antara aparat dan warga, suasana Ramadan diharapkan tetap aman, nyaman, dan penuh keberkahan.(erick)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *