Jadwal Umrah Tak Kunjung Jelas, Puluhan Calon Jamaah Datangi Kantor Travel di Mojokerto

keberangkatan ibadah umroh tak kunjung jelas,para jamaah mendatangi kantor travel dimojokerto.(foto:istimewa)
banner 120x600

Mojokerto,lensaindo.id — Ketidakpastian keberangkatan ke Tanah Suci membuat puluhan calon jamaah umrah mendatangi kantor cabang PT Annisa Ahmada Travelindo (AAT) di Jalan Panglima Sudirman, Kota Mojokerto, Kamis (3/9/2026).

Mereka datang bukan untuk mempersiapkan keberangkatan, melainkan menuntut kepastian jadwal umrah yang beberapa kali berubah. Sebagian calon jamaah bahkan meminta uang perjalanan yang telah mereka setorkan dikembalikan.

banner 325x300

Keresahan para calon jamaah semakin memuncak setelah muncul kabar sejumlah jamaah PT AAT yang sebelumnya dijadwalkan berangkat umrah justru terlantar di Masjid Jami’ Al Fattah, Kabupaten Jombang.

Kabar tersebut membuat calon jamaah dari Mojokerto yang telah membayar biaya perjalanan mulai mempertanyakan nasib keberangkatan mereka.

Salah seorang calon jamaah asal Kecamatan Mojoanyar, Novi, mengaku kecewa karena jadwal keberangkatannya terus mengalami perubahan. Awalnya, ia dijanjikan berangkat pada 30 Agustus 2026. Jadwal tersebut kemudian mundur menjadi 1 September, sebelum kembali dijadwalkan berangkat pada 5 September 2026.

Novi mendatangi kantor travel untuk memastikan apakah tiket penerbangan untuk jadwal keberangkatan tersebut benar-benar sudah tersedia.

“Saya ke sini ingin minta kejelasan. Kalau memang berangkat tanggal 5, ada tidak tiket untuk tanggal 5 itu. Pihak travel sendiri kalau dihubungi tidak pernah ada jawaban. Saya sangat kecewa, jadi saya ingin uang saya dikembalikan saja hari ini,” ujar Novi.

Menurut Novi, kelompok keberangkatannya terdiri dari sekitar 79 calon jamaah. Namun, sebagian jamaah disebut telah berangkat, sedangkan puluhan lainnya hingga kini masih menunggu kepastian.

“Di grup kita itu ada 79 orang yang dijanjikan berangkat. Yang 35 orang sudah berangkat, tapi kita kok belum,” tuturnya.

Berbeda dengan Novi yang memilih meminta pengembalian uang, calon jamaah lainnya, Abdul Salim, warga Desa Sidorejo, Kecamatan Jetis, memilih tetap menunggu keberangkatan.

Abdul berencana menjalankan ibadah umrah bersama anaknya yang masih kecil. Ia mengaku telah mengambil cuti dari perusahaan tempatnya bekerja sehingga berharap keberangkatan pada 5 September benar-benar dapat terlaksana.

“Kalau saya akan berangkat dengan anak saya itu karena sudah terlanjur ambil cuti. Kalau memang pihak travel menjanjikan tanggal 5 September nanti berangkat, saya memilih tetap berangkat,” katanya.

Sementara itu, Manager PT Annisa Ahmada Travelindo Cabang Mojokerto, Zulfa Rizki Maulana, membenarkan sejumlah calon jamaah mendatangi kantornya untuk meminta penjelasan terkait kepastian keberangkatan.

Menurut Zulfa, persoalan keberangkatan muncul akibat kendala dengan agen tiket yang berada di Jakarta. Pihak travel, kata dia, telah melakukan pembayaran tiket, namun tiket tersebut belum dapat digunakan untuk memberangkatkan jamaah.

“Kendalanya ada di agen tiketnya. Kita ditipu agen tiketnya. Jadi kita masih berusaha untuk memperbaiki kerugian kita. Kita sudah bayar tiket, tapi tiketnya tidak di-SV. Agen tiketnya di Jakarta,” kata Zulfa.

Ia menyebut persoalan tersebut berdampak terhadap sekitar 360 jamaah, termasuk calon jamaah asal Mojokerto dan Jombang.

Menurutnya, sebagian jamaah sebenarnya dijadwalkan berangkat pada 30 Agustus 2026. Namun, persoalan tiket membuat jadwal tersebut tertunda hingga pihak travel menargetkan keberangkatan pada 5 September 2026.

“Kurang lebih ada sekitar 360-an jamaah, termasuk Jombang dan Mojokerto. Sebenarnya berangkat tanggal 30 Agustus kemarin, terus akhirnya kita menunggu tiketnya tanggal 5 September ini,” jelasnya.

Selain jamaah dengan jadwal keberangkatan awal September, kantor travel juga menerima pertanyaan dari calon jamaah yang dijadwalkan berangkat pada 10 September, 20 September, hingga jadwal keberangkatan berikutnya.

Zulfa mengatakan pihaknya membuka komunikasi dengan para jamaah dan memberikan sejumlah pilihan bagi mereka yang keberatan dengan penundaan tersebut.

“Hasil kesepakatannya tergantung jamaahnya. Kalau minta pembatalan, ya kita turuti pembatalannya. Jamaah minta surat perjanjian, ya kita turuti surat perjanjian. Pokoknya kita kooperatif dengan jamaah,” ujarnya.

Pihak travel, lanjut Zulfa, kini memprioritaskan penyelesaian masalah bagi jamaah yang jadwal keberangkatannya paling dekat. Setelah itu, penanganan akan dilakukan terhadap jamaah dengan jadwal keberangkatan pada September dan Oktober.

“Permintaannya macam-macam. Kita prioritaskan yang keberangkatannya paling dekat dulu. Untuk yang keberangkatan paling dekat ini maksimal satu minggu. Untuk yang bulan September dan Oktober nanti setelah yang keberangkatan paling dekat ini selesai semua,” katanya.

Terkait calon jamaah yang memilih membatalkan perjalanan dan meminta pengembalian dana, Zulfa mengatakan mekanisme pengembalian akan menyesuaikan kondisi masing-masing jamaah, termasuk status penerbitan visa.

“Pengembalian uang jamaah yang ingin membatalkan nanti tergantung visanya sudah keluar apa belum. Kalau yang sudah keluar visanya, seperti yang paket Milad, visa sama perlengkapannya dipotong,” jelasnya.

Di tengah keresahan para calon jamaah, Zulfa memastikan pihaknya masih berupaya memberangkatkan jamaah yang memiliki jadwal keberangkatan paling dekat.

“Insya Allah dipastikan tanggal 5 nanti jamaah sudah bisa berangkat. Pokoknya nanti di-share di grup masing-masing,” pungkasnya.

Kini, para calon jamaah masih menunggu realisasi janji keberangkatan tersebut. Sementara sebagian lainnya memilih meminta kepastian lebih tegas terkait uang yang telah mereka bayarkan kepada pihak travel.(erick)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *