Fakta Baru Kasus Pembunuhan Mertua di Mojokerto, Pelaku Mengaku Jilat Darah Korban

rekontruksi pembunuhan dan penganiayaan yang dilakukan badut dan penjual mainan di mojokerto.(foto:erick)
banner 120x600
banner 468x60

Mojokerto,lensaindo.id Tragedi pembunuhan yang dilakukan Satuan (43), seorang badut dan penjual mainan keliling di Kabupaten Mojokerto, memunculkan fakta baru dalam agenda rekonstruksi yang digelar polisi di rumah kontrakannya di Dusun Sumbertempur RT 2 RW 1, Desa Sumbergirang, Kecamatan Puri, Jumat (22/5/2026).

Dalam rekonstruksi tersebut terungkap dugaan pemicu emosi pelaku hingga tega menganiaya istri dan membunuh ibu mertuanya sendiri.

banner 325x300

Kuasa hukum tersangka, Alex Askohar, mengatakan kondisi rumah tangga Satuan dengan istrinya, Yuni, memang sedang tidak harmonis akibat persoalan ekonomi yang berkepanjangan.

“Hubungan rumah tangga mereka memang sedang tidak baik karena faktor ekonomi,” ujar Alex kepada wartawan usai rekonstruksi.

Menurut Alex, sebelum peristiwa berdarah itu terjadi, Satuan dan Yuni sempat berhubungan suami istri. Namun situasi berubah ketika pelaku melihat foto pria lain di ponsel istrinya.

“Pada saat bersamaan tersangka melihat ada foto pria idaman lain di HP istrinya. Saat itulah emosinya memuncak,” katanya.

Dalam kondisi emosi tak terkendali, Satuan diduga mencekik Yuni lalu membenturkan kepala korban ke tembok dan lantai. Akibat benturan tersebut, darah keluar dari mulut korban.

“Karena melihat darah keluar dari mulut korban, tersangka mengambil lap dapur untuk menghentikan darahnya,” jelas Alex.

Saat penganiayaan terhadap Yuni berlangsung, ibu mertua pelaku, Siti Arofah, disebut datang ke lokasi. Kehadiran korban membuat pelaku panik hingga kemudian melakukan penyerangan brutal.

Satuan diduga menusuk perut mertuanya sebanyak tiga kali sebelum menggorok leher korban. Dalam rekonstruksi juga terungkap tindakan sadis lain yang dilakukan pelaku setelah pembunuhan terjadi.

Menurut pengakuan tersangka yang disampaikan kuasa hukumnya, Satuan sempat merogoh tenggorokan korban menggunakan jarinya untuk mengambil darah, lalu menjilatnya.

“Pengakuan tersangka, hal itu dilakukan agar dirinya tidak terus terbayang-bayang kejadian tersebut,” ujar Alex.

Kasus pembunuhan sadis ini sebelumnya menggemparkan warga Mojokerto. Polisi masih terus mendalami kondisi psikologis tersangka serta melengkapi berkas penyidikan sebelum kasus dilimpahkan ke kejaksaan.(erick)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *