Gudang Sablon Sepatu di Sooko Dilalap Api, Satu Motor Ikut Hangus

BPBD, Damkar dan Relawan Kabupaten Mojokerto melakukan pembasahan lokasi kebakaran gudang sablon di Desa Blimbingsari, Mojokerto.(foto:Adn)
banner 120x600

Mojokerto,lensaindo.id – Kepulan api dari gudang sablon sepatu di kawasan permukiman Desa Blimbingsari, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto, membuat warga sekitar panik, Sabtu (19/9/26) siang. Kobaran api dengan cepat membesar hingga melahap bagian gudang milik Muhammad Mandra tersebut.

 

banner 325x300

Warga yang mengetahui kebakaran langsung berupaya membantu pemadaman awal. Mereka juga berusaha memastikan tidak ada orang yang terjebak di dalam bangunan, sembari menunggu kedatangan petugas pemadam kebakaran.

 

Ismail, salah satu warga sekitar, menuturkan bahwa dirinya pertama kali melihat api saat aktivitas menjahit berlangsung di sekitar gudang. Begitu menyadari kobaran api semakin membesar dari bagian belakang, ia meminta para pekerja segera keluar.

 

“Tadi pas menjahit ada yang terbakar di belakang, terus saya suruh keluar. Ternyata apinya sudah besar dari arah belakang,” ungkap Ismail.

 

Berdasarkan informasi yang ia terima dari warga, api diduga bermula dari material bambu sebelum merembet ke gudang sablon sepatu.

 

“Kata orang-orang bambu yang terbakar terus merembet ke sini,” tambahnya.

 

Beruntung, kebakaran tersebut tidak menimbulkan korban jiwa maupun korban luka. Ismail menyebut, saat api membesar, gudang dalam kondisi kosong dan tidak ada pekerja yang beraktivitas.

 

“Waktu kebakaran nggak ada orang kerja ,” ujarnya.

 

Meski tidak menimbulkan korban, kebakaran mengakibatkan sejumlah barang di dalam gudang rusak. Satu unit sepeda motor yang berada di sekitar lokasi juga ikut terbakar.

 

Untuk mengendalikan kobaran api, BPBD Kabupaten Mojokerto mengerahkan tiga unit mobil pemadam kebakaran. Satu unit mobil damkar dari GAMA turut membantu proses pemadaman.

 

Petugas berjibaku menjinakkan api hingga berlanjut dengan proses pembasahan. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan tidak ada titik api tersisa yang berpotensi memicu kebakaran kembali.

 

Hingga proses penanganan berlangsung, penyebab pasti kebakaran masih belum dipastikan.(erick)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *