Mojokerto,lensaindo.id – Dugaan keracunan makanan kembali terjadi di Kabupaten Mojokerto. Sebanyak 223 siswa penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Yayasan Bina Bangsa SPPG Wonodadi, Kecamatan Kutorejo, dilaporkan mengalami gangguan kesehatan usai mengonsumsi makanan Jumat (9/1/26).
Peristiwa tersebut terjadi di wilayah Dusun Jurang Jero, Desa Singowangi, Kecamatan Kutorejo. Hingga pukul 17.00 WIB, petugas kesehatan masih melakukan pendataan serta pemeriksaan lanjutan terhadap para siswa yang terdampak.
Berdasarkan data sementara, keracunan diduga menyerang siswa dari tiga sekolah. Di MTs Ma’had Annur Singowangi, dari total 90 siswa, enam orang harus dievakuasi ke RSUD Soekandar. Sementara di SMP Negeri 2 Kutorejo, dua siswa dari 109 peserta MBG dirujuk untuk mendapatkan penanganan medis. Sedangkan dari SMP Al-Hidayah, tiga siswa dari total 24 peserta MBG turut dievakuasi ke rumah sakit.
Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto mencatat, para siswa mengeluhkan gejala serupa berupa diare, muntah, pusing, hingga demam. Pemeriksaan awal menyimpulkan adanya indikasi kuat keracunan makanan.
Menu MBG yang dikonsumsi para siswa meliputi kuah soto ayam, ayam bumbu kuning yang dipotong kecil, sayur kol cincang, serta setengah butir telur ayam.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto, Dra. Dyan Anggrahini Sulistyowati, menjelaskan bahwa hasil pemeriksaan sementara mengarah pada dugaan kesalahan dalam proses penyimpanan bahan makanan, khususnya daging ayam.
“Dari pemeriksaan awal, kami menemukan suhu freezer penyimpanan ayam berada di minus 10 derajat Celsius. Padahal, suhu aman seharusnya di atas 15 derajat Celsius. Kondisi ini berpotensi memicu pertumbuhan bakteri yang menyebabkan keracunan,” ujarnya, Sabtu (10/1/26).
Ia menegaskan, sampel makanan telah dibawa ke laboratorium kesehatan Kabupaten Mojokerto untuk dilakukan uji lanjutan. Hingga kini, hasil pemeriksaan laboratorium tersebut masih dalam proses.
Penanganan terhadap siswa yang terdampak dilakukan di sejumlah lokasi. Sebanyak 82 siswa ditangani di Pondok Pesantren Ma’had An Nur Singowangi, 12 siswa di Pondok Al-Hidayah Wonodadi, dan 106 siswa di SMP Negeri 2 Kutorejo. Selain itu, beberapa siswa juga mendapat perawatan di Puskesmas Pesanggrahan, Gondang, Kutorejo, dan Pacet, serta 10 orang dirujuk ke RSUD Soekandar. Enam siswa lainnya dilaporkan menjalani perawatan di rumah.
“Seluruh siswa yang terdampak masih dalam penanganan tenaga kesehatan puskesmas, dinas kesehatan, serta didampingi tim Dokkes Polres Mojokerto. Kami terus memantau perkembangan kondisi pasien,” tegas Dyan Anggrahini.
Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto memastikan akan menyampaikan hasil resmi penyelidikan setelah proses pemeriksaan laboratorium selesai, sekaligus melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis di wilayah Kutorejo.(erick)

















