Mojokerto,lensaindo.id – Bursa calon Ketua DPC PKB Kabupaten Mojokerto mulai mengerucut. Tiga nama resmi mengemuka dalam Musyawarah Cabang (Muscab) PKB 2026, yakni Ayni Zuroh, Supriyanto, dan Eka Septya Juniarti. Dari ketiganya, nama Ayni Zuroh menjadi sorotan lantaran masih menjabat sebagai ketua (incumbent).
Ketua Panitia Muscab, Ulil Abshor Cholish, memastikan seluruh tahapan Muscab telah rampung digelar. Ia menjelaskan, tiga nama tersebut merupakan hasil pemetaan tim formatur yang dikenal sebagai “tim tujuh”, serta masukan dari peserta forum.
“Alhamdulillah Muscab PKB 2026 sudah selesai. Nama-nama calon yang muncul akan mengikuti UKK atau Uji Kelayakan dan Kepatutan di DPP Jakarta. Nantinya, keputusan akhir ada di DPP,” ujar Ulil di lokasi kegiatan, Sabtu (28/03/26).
Pria yang akrab disapa Gus Ulil itu menambahkan, saat rapat pleno berlangsung, tidak ada tambahan nama dari peserta. Artinya, hanya tiga kandidat tersebut yang akan melanjutkan ke tahap berikutnya.
“Ketika diminta usulan tambahan, peserta tidak mengajukan nama lain. Jadi tetap tiga calon yang akan mengikuti UKK,” jelasnya.
Rencananya, proses Uji Kelayakan dan Kepatutan akan digelar pada April 2026. Setelah itu, DPP PKB akan menetapkan satu nama sebagai ketua terpilih untuk memimpin partai di Kabupaten Mojokerto selama lima tahun ke depan. Jika sesuai jadwal, pelantikan akan dilakukan sekitar Juli 2026.
“Insya Allah April UKK dilaksanakan, dan pelantikan direncanakan sekitar bulan Juli,” tambahnya.
Gus Ulil menegaskan, mekanisme penentuan ketua di PKB berbeda dengan partai lain yang menggelar pemilihan terbuka. PKB lebih mengedepankan sistem seleksi berjenjang yang ditentukan oleh Dewan Pimpinan Pusat (DPP).
“PKB mengedepankan proses seleksi, bukan kompetisi terbuka. Semua calon, baik di tingkat DPW, DPC, hingga DPAC, melalui mekanisme yang sama,” tegasnya.
Ia juga memastikan bahwa ketiga kandidat yang muncul merupakan kader terbaik yang siap menahkodai PKB Mojokerto ke depan.
“Yang jelas, semua nama yang muncul adalah kader terbaik. Kita serahkan sepenuhnya kepada DPP untuk menentukan yang paling layak,” pungkasnya.(erick)

















