Nganjuk,lensaindo.id – Di tengah menjamurnya kuliner modern, warung sederhana Nasi Becek dan Sate Kambing Pojok di Kabupaten Nganjuk justru tetap bertahan dan terus diburu pelanggan. Berdiri sejak 1964, warung ini menjadi salah satu ikon kuliner legendaris yang mempertahankan cita rasa autentik hingga kini.
Berlokasi di Jalan dr Soetomo, tepatnya di sebelah barat Tugu Jayastamba, warung ini mulai buka setiap hari pukul 15.00 WIB. Meski tampil sederhana, tempat ini tak pernah sepi pengunjung yang datang untuk menikmati nasi becek khas Nganjuk dengan rasa yang khas dan sulit ditandingi.

Usaha kuliner ini awalnya dirintis oleh generasi pertama pada 1964. Sejak 2002, pengelolaan diteruskan oleh Bu Sulastri yang tetap setia menjaga resep warisan keluarga.
“Usaha ini sudah ada sejak tahun 1964, dirintis oleh orang tua saya. Saya hanya melanjutkan saja mulai tahun 2002. Dari dulu sampai sekarang, kami tetap mempertahankan resep yang sama, tidak ada yang diubah, supaya rasanya tetap seperti yang dulu dirasakan pelanggan,” ujar Bu Sulastri.
Ia mengungkapkan, tingginya minat pelanggan membuat warungnya mampu menghabiskan hingga dua ekor kambing setiap hari.
“Alhamdulillah, setiap hari bisa habis dua ekor kambing. Kebanyakan pelanggan sudah langganan lama, bahkan ada yang dari luar kota sengaja datang ke sini karena kangen rasanya,” katanya.
Menu andalan di warung ini adalah nasi becek, hidangan berkuah gurih berbumbu rempah yang dipadukan dengan daging kambing empuk. Selain itu, sate kambingnya juga menjadi favorit karena diolah dengan bumbu khas yang meresap sempurna.
Meski memiliki pelanggan setia yang terus bertambah, Bu Sulastri memilih tidak membuka cabang. Ia lebih mengutamakan kualitas rasa dibandingkan ekspansi usaha.
“Kami tidak membuka cabang karena ingin fokus menjaga rasa dan kualitas. Kalau ditangani sendiri seperti ini, kami bisa memastikan masakan tetap sesuai dengan resep asli keluarga,” jelasnya.
Di tengah persaingan kuliner yang semakin ketat, konsistensi menjadi kunci utama warung ini tetap eksis. Bagi Bu Sulastri, kepuasan pelanggan adalah hal yang paling penting.
“Yang penting bagi kami pelanggan puas dan tetap datang lagi. Itu sudah menjadi kebanggaan tersendiri bisa mempertahankan warisan keluarga sampai sekarang,” pungkasnya.
Dengan sejarah panjang dan cita rasa yang terjaga, Nasi Becek dan Sate Kambing Pojok bukan sekadar tempat makan, tetapi juga bagian dari warisan kuliner khas Nganjuk yang terus hidup lintas generasi.(erick)

















