BPBD Kabupaten Mojokerto Turunkan Ekskavator untuk Jangkau Titik Api di Pabrik Sepatu Dlanggu

BPBD Kabupaten Mojokerto turunkan ekskavator untuk menjangkau titik api kebakaran pabrik sepatu di dlanggu.(foto:asgf)
banner 120x600

Reruntuhan bangunan menjadi tantangan bagi petugas BPBD Kabupaten Mojokerto dalam menuntaskan kebakaran pabrik sepatu PT Esa Kalen Jaya di Desa Kalen, Kecamatan Dlanggu. Untuk membuka jalan menuju titik api yang tertutup puing, BPBD mengerahkan satu unit ekskavator saat penanganan memasuki hari kedua, Jumat (18/9/2026).

 

banner 325x300

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Mojokerto, Rinaldi Rizal Sabirin, mengatakan petugas masih melakukan pemadaman dan pembasahan di area pabrik yang terbakar sejak Kamis (17/9/2026).

 

Menurut Rinaldi, kebakaran menghanguskan area yang diperkirakan mencapai 2.000 meter persegi. Sebagian besar lokasi terdampak merupakan gudang penyimpanan bahan baku produksi sepatu.

 

Besarnya kobaran api membuat rangka atap dan sejumlah bagian bangunan ambruk. Material yang terbakar, seperti spons, karet, kardus, serta bahan pendukung produksi lainnya, turut menyulitkan petugas mengendalikan api.

 

Rinaldi menjelaskan, runtuhnya rangka atap pada Kamis sore menutup sejumlah titik api sehingga petugas kesulitan menjangkaunya. Karena itu, BPBD mendatangkan alat berat untuk mengurai puing-puing bangunan.

 

”Kemarin (17/9/2026) sore bangunan gedung yang terbakar ini rubuh rangka atapnya. Sehingga titik apinya tertutup reruntuhan bangunan. Ini menyulitkan kami, jadi ini tadi dikerahkan 1 unit alat berat ekscavator untuk mengurai runtuhan atap dan bangunan,” kata Rinaldi, Jumat (18/9/2026) siang.

 

Penggunaan ekskavator tersebut membantu petugas membuka bagian bangunan yang tertutup reruntuhan, sekaligus memudahkan upaya pembasahan pada area yang masih mengeluarkan asap.

 

Sementara itu, Komandan Pos 1 Damkar BPBD Kabupaten Mojokerto, Sukamto, menyebut jumlah armada pemadam yang masih bertahan di lokasi pada hari kedua telah berkurang. Hingga Jumat sore, BPBD Kabupaten Mojokerto menyiagakan tiga unit mobil pemadam kebakaran untuk melanjutkan pembasahan.

 

”Yang masih bertahan sampai sore ini tersisa 3 unit dari BPBD Kabupaten Mojokerto. Sebelumnya sampai 7 unit mobil pemadam kebakaran,” kata Sukamto.

 

Meski api utama telah melalui proses penanganan, petugas masih menemukan sejumlah titik yang mengeluarkan kepulan asap di sekitar reruntuhan. Tim pun melanjutkan pembasahan sembari mengurai material bangunan menggunakan ekskavator.

 

Sukamto berharap seluruh titik api dapat segera dikendalikan sehingga proses penanganan kebakaran bisa dituntaskan.

 

”Kita berdoa saja, tidak sampai petang api sudah bisa dipadamkan total. Sisa pembasahan sama diurai dengan ekscavator,” pungkasnya.(erick)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *