Mojokerto,lensaindo.id – Suasana berbeda terlihat di Pendopo Desa Salen, Kecamatan Bangsal, Kabupaten Mojokerto, Selasa (9/6/26). Bukan wisuda mahasiswa atau pelajar sekolah, melainkan wisuda para lanjut usia (lansia) yang telah menyelesaikan program Sekolah Lansia Tangguh (Selantang).
Program yang digagas untuk meningkatkan kualitas hidup lansia tersebut menjadi salah satu upaya pemerintah desa agar para warga lanjut usia tetap sehat, mandiri, produktif, dan bahagia menjalani masa tua.
Kepala Desa Salen, Suyanto Fery Anggriawan, mengatakan Sekolah Lansia Tangguh dirancang untuk memberikan berbagai pengetahuan dan keterampilan kepada para lansia agar mampu merawat diri sendiri serta menjaga kesehatan fisik maupun mental.
“Melalui Selantang ini para lansia diajarkan banyak hal. Yang sebelumnya tidak tahu menjadi tahu, yang sebelumnya kurang aktif menjadi lebih aktif. Tujuannya agar mereka tetap sehat, mandiri, dan bahagia menjalani masa tua,” kata Suyanto.
Menurutnya, setiap kegiatan pembelajaran selalu diawali dengan senam lansia yang disesuaikan dengan kondisi fisik peserta. Senam ringan tersebut bertujuan menjaga kebugaran tubuh sekaligus membuat para peserta lebih bersemangat mengikuti pelajaran.
Selain itu, para peserta juga mendapatkan materi tentang kesehatan, pola hidup sehat, hingga penguatan psikologis agar mampu menikmati masa tua dengan perasaan bahagia dan penuh rasa syukur.
“Sebelum pelajaran dimulai biasanya ada senam lansia terlebih dahulu. Setelah itu mereka mendapatkan berbagai materi yang bisa membuat pikiran lebih segar dan kesehatan lebih terjaga. Mereka juga diajarkan bagaimana menjalani masa tua dengan bahagia,” ujarnya.
Suyanto menjelaskan, Sekolah Lansia Tangguh di Desa Salen berada di bawah pendampingan Penyuluh Keluarga Berencana (PKB) Kecamatan Bangsal. Bahkan, Desa Salen menjadi satu-satunya desa di Kecamatan Bangsal yang telah tiga kali menyelenggarakan program tersebut secara berkelanjutan.
Selama tiga tahun terakhir, program Selantang rutin dilaksanakan dengan jumlah peserta antara 15 hingga 20 orang dalam setiap angkatan. Wisuda kali ini diperuntukkan bagi peserta yang berasal dari Dusun Talok, Desa Salen, yang telah mengikuti pembelajaran sepanjang tahun 2025.
Program Selantang sendiri berlangsung selama tujuh bulan dengan frekuensi dua kali pertemuan setiap bulan. Para peserta mengikuti berbagai materi yang dirancang khusus sesuai kebutuhan lansia.
“Desa Salen menjadi satu-satunya desa di Kecamatan Bangsal yang sudah tiga kali melaksanakan Sekolah Lansia Tangguh. Ini menjadi bentuk komitmen kami untuk terus memperhatikan kesejahteraan para lansia,” jelasnya.
Ia berharap program tersebut dapat terus berjalan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat lanjut usia, khususnya dalam menjaga kesehatan, kemandirian, dan kebahagiaan mereka di usia senja.
“Kami berharap para lansia selalu sehat, bahagia, dan tetap memiliki semangat menjalani kehidupan. Dengan bekal yang diperoleh dari Selantang, mereka bisa lebih mandiri dan mampu menjaga kualitas hidupnya sendiri,” pungkas Suyanto.
Wisuda Sekolah Lansia Tangguh tersebut berlangsung meriah dan penuh haru. Para peserta tampak antusias menerima penghargaan atas keberhasilan mereka menyelesaikan program pembelajaran yang dirancang khusus untuk menyongsong masa tua yang sehat, aktif, dan bermakna.(erick)


















