Hendak Perang Sarung Saat Ramadhan, Belasan Remaja di Mojokerto Diamankan Polisi

Belasan pemuda yang diduga hendak melakukan perang sarung diamankan polisi dan dibawa ke mapolsek ngoro.(foto:istimewa)
banner 120x600
banner 468x60

Mojokerto,lensaindo.id – Patroli rutin selama bulan Ramadhan yang dilakukan jajaran Polsek Ngoro, Polres Mojokerto, membuahkan hasil. Sebanyak 12 remaja diamankan petugas setelah diduga hendak melakukan aksi perang sarung di wilayah Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto, Rabu (11/3/26) dini hari.

Para remaja tersebut diamankan saat polisi melaksanakan patroli Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) guna menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif selama bulan suci Ramadhan.

banner 325x300

Kapolres Mojokerto AKBP Andi Yudha Pranata melalui Kapolsek Ngoro Kompol Heru Purwandi menjelaskan, petugas yang sedang berpatroli mencurigai adanya sekelompok remaja yang berkumpul di beberapa titik wilayah Ngoro.

Setelah dilakukan pemeriksaan, mereka diduga hendak melakukan aksi perang sarung yang kerap terjadi saat Ramadhan.

“Petugas yang sedang berpatroli menemukan sekelompok remaja yang diduga akan melakukan perang sarung. Sebanyak 12 remaja kemudian kami amankan dan dibawa ke Mapolsek Ngoro untuk didata serta diberikan pembinaan,” ujar Kompol Heru, Sabtu (14/3/26)

Di Mapolsek Ngoro, para remaja tersebut didata identitasnya dan orang tua masing-masing dipanggil untuk mengetahui kejadian yang terjadi. Polisi kemudian memberikan pembinaan agar mereka tidak mengulangi perbuatan serupa.

Kompol Heru menjelaskan, meski sering dianggap sebagai permainan saat Ramadhan, perang sarung berpotensi menimbulkan bahaya jika sarung diisi benda keras atau diikat sehingga dapat melukai orang lain.

“Perang sarung yang awalnya dianggap permainan bisa berbahaya, terutama jika sarung diisi benda keras. Hal itu bisa memicu perkelahian dan menyebabkan luka,” jelasnya.

Setelah mendapatkan pembinaan dan dengan persetujuan orang tua masing-masing, ke-12 remaja tersebut akhirnya dipulangkan.

Kapolsek Ngoro juga mengimbau para remaja agar memanfaatkan waktu selama Ramadhan dengan kegiatan yang lebih positif, seperti mengikuti kegiatan keagamaan di masjid maupun aktivitas sosial di lingkungan sekitar.

Ia juga menegaskan pentingnya peran orang tua dalam mengawasi aktivitas anak, terutama pada malam hingga dini hari selama bulan Ramadhan.

“Kami berharap orang tua dapat lebih aktif mengawasi anak-anaknya, mengetahui pergaulan mereka, serta memantau aktivitasnya, termasuk di media sosial, agar tidak terlibat dalam kegiatan yang bisa mengganggu ketertiban masyarakat,” pungkasnya.(erick)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *