Terungkap! Pria yang Mengapung di Sungai Brantas Adalah Warga Mojokerto, Ini Temuan Polisi

Mayat yang mengapung dialiran sungai brantas dievakuasi oleh anggota pmi dan relawan mojokerto.(foto:asgf)
banner 120x600
banner 468x60

Mojokerto,lensaindo.id – Misteri penemuan sesosok mayat laki-laki yang mengapung di aliran Sungai Brantas, Desa Lengkong, Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto, akhirnya mulai menemukan titik terang. Polisi berhasil mengungkap identitas korban yang sebelumnya berstatus Mr X.

Korban diketahui bernama Muhammad Faisal Prasetyo Mustofa, warga Perumahan Griya Jetis Permai Blok 5 Nomor 38, RT 008 RW 009, Desa Jetis, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto.

banner 325x300

Meski identitas korban telah dipastikan, penyebab kematiannya hingga kini masih menjadi misteri. Polisi masih menunggu hasil autopsi untuk memastikan penyebab pasti korban meninggal dunia.

Kanit Reskrim Polsek Mojoanyar, Aipda Listiono, membenarkan bahwa identitas korban telah berhasil diketahui setelah proses identifikasi dilakukan.

“Identitas korban sudah diketahui. Untuk penyebab kematian masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut,” ujar Listiono.

Dari hasil pemeriksaan luar, petugas menemukan sejumlah luka pada bagian wajah korban. Namun, polisi belum dapat menyimpulkan apakah luka tersebut terjadi sebelum korban meninggal atau muncul akibat benturan saat tubuhnya hanyut di sungai.

“Kondisi mayat terdapat luka-luka di area wajah, tetapi belum bisa dipastikan apakah itu penyebab kematiannya,” jelasnya.

Selain itu, berdasarkan pemeriksaan awal, korban diperkirakan telah meninggal dunia lebih dari satu hari sebelum ditemukan warga.

“Perkiraan meninggalnya sudah lebih dari satu hari,” tambah Listiono.

Saat ini, penyidik masih mendalami berbagai kemungkinan penyebab kematian korban. Hasil autopsi dari tim forensik akan menjadi dasar untuk memastikan apakah korban meninggal akibat kecelakaan, tenggelam, atau terdapat unsur tindak pidana.

Sebelumnya, jasad Muhammad Faisal ditemukan warga mengapung di aliran Sungai Brantas, Sabtu (27/6/2026) pagi sekitar pukul 06.30 WIB. Penemuan tersebut sempat menggegerkan warga Desa Lengkong. Bersama aparat kepolisian, warga kemudian mengevakuasi jasad korban ke tepian sungai sebelum dibawa ke RSUD Wahidin Sudiro Husodo Kota Mojokerto untuk proses identifikasi dan pemeriksaan forensik.(erick)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *