Angkat Trofi PKDI Cup II 2026, Kades Manduro MG Persembahkan Kemenangan untuk Almarhum Adik

Kepala desa manduro beserta istri saat usai laga final pkdi cup 2026 di bangkalan.(foto:erick)
banner 120x600

Mojokerto,lensaindo.id – Sorak kemenangan bergema di Stadion Gelora Bangkalan, Madura, Minggu (13/9/2026) malam. PKDI Mojokerto baru saja memastikan diri sebagai juara PKDI Cup II 2026 setelah menundukkan PKDI Lamongan dengan skor 1-0.

Namun, di balik selebrasi dan trofi yang akhirnya terangkat, terselip momen penuh haru bagi Kepala Desa Manduro MG, Eka Dwi Firmansyah, S.Pd. Baginya, kemenangan tersebut bukan sekadar soal menjadi yang terbaik di lapangan. Ada nama sang adik, almarhum M. Faruq Bayu Putra, yang ia bawa dalam persembahan trofi juara itu.

banner 325x300

Eka menjadi bagian dari perjuangan PKDI Mojokerto hingga mampu melewati laga final yang berlangsung ketat. Setelah peluit panjang berbunyi, kebahagiaan bercampur haru saat tim memastikan kemenangan tipis 1-0 atas PKDI Lamongan.

Kepala Desa Manduro MG itu kemudian mendedikasikan keberhasilan tersebut untuk masyarakat desanya yang selama ini tidak berhenti memberikan dukungan dan doa. Ia juga secara khusus mempersembahkan gelar juara untuk almarhum adiknya.

“Alhamdulillah, kemenangan ini saya persembahkan untuk masyarakat Desa Manduro MG yang selalu memberikan dukungan dan doa kepada kami. Gelar juara ini juga secara khusus saya persembahkan untuk almarhum adik saya tercinta, M. Faruq Bayu Putra,” ungkap Eka dengan penuh haru, Senin (14/9/2026).

Bagi Eka, trofi tersebut memiliki arti yang jauh lebih besar daripada sekadar simbol keberhasilan sebuah tim. Ia berharap kemenangan PKDI Mojokerto turut menghadirkan kebahagiaan dan kebanggaan bagi keluarganya.

“Semoga kemenangan ini menjadi kebahagiaan dan kebanggaan tersendiri untuk keluarga, serta menjadi kenangan yang selalu saya bawa dalam setiap perjuangan,” ujarnya.

Di lapangan, PKDI Mojokerto harus bekerja keras untuk mengamankan kemenangan. Sejak awal pertandingan, kedua tim tampil agresif dan saling membangun serangan. Tidak banyak ruang yang diberikan karena masing-masing berusaha mencetak gol lebih dulu.

PKDI Mojokerto akhirnya mampu memanfaatkan peluang untuk mencetak satu gol. Gol tersebut menjadi pembeda dalam laga final. Setelah unggul, para pemain menjaga konsentrasi dan berusaha mempertahankan keunggulan hingga pertandingan berakhir.

Peluit panjang akhirnya mengunci skor 1-0. PKDI Mojokerto pun berhak mengangkat trofi PKDI Cup II 2026.

Eka menyebut keberhasilan itu lahir dari kerja keras dan kekompakan seluruh pemain. Menurutnya, semangat kebersamaan menjadi salah satu kekuatan utama PKDI Mojokerto sepanjang turnamen.

“Juara hari ini bukan hanya milik pemain, tetapi milik seluruh keluarga besar PKDI Mojokerto dan masyarakat yang selalu memberikan dukungan. Ini adalah kemenangan bersama,” tegasnya.

Kemenangan di Bangkalan itu sekaligus menambah cerita tersendiri bagi Eka. Trofi yang diangkat bersama rekan-rekannya bukan hanya menjadi tanda keberhasilan PKDI Mojokerto menaklukkan persaingan di PKDI Cup II 2026.

Bagi dirinya, trofi itu menjadi simbol perjuangan, kebersamaan, rasa terima kasih kepada masyarakat Manduro MG, sekaligus persembahan untuk sosok yang telah tiada.

Nama M. Faruq Bayu Putra pun menjadi bagian dari cerita di balik keberhasilan Eka mengangkat trofi bersama PKDI Mojokerto.

**Satu trofi telah terangkat. Namun bagi Eka, ada sebuah kenangan yang ikut ia bawa pulang dari Bangkalan.** (erick)

j

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *