Mojokerto,lensaindo.id – Upaya menekan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas terus dilakukan Satlantas Polres Mojokerto. Kali ini, polisi menyasar lingkungan pendidikan dengan memberikan edukasi keselamatan berkendara kepada guru dan siswa-siswi Pondok Pesantren Uluwiyah, Desa Pekukuhan, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto.
Melalui kegiatan sosialisasi Operasi Patuh Semeru 2026 dan coaching clinic mahir berkendara, polisi mengajak para santri dan tenaga pendidik memahami pentingnya tertib berlalu lintas sekaligus membangun kebiasaan berkendara yang aman.
Kegiatan yang berlangsung Jumat (30/10/2026) pukul 09.00 WIB tersebut dipimpin langsung Kasatlantas Polres Mojokerto AKP Bernardus Bagas Simarmata bersama sejumlah personel Satlantas.
Dalam sosialisasi tersebut, petugas menjelaskan tujuh sasaran prioritas pelanggaran dalam Operasi Patuh Semeru 2026. Ketujuh pelanggaran itu meliputi pengendara yang tidak menggunakan helm berstandar SNI, melawan arus, menggunakan ponsel saat berkendara, serta pengendara di bawah umur.
Selain itu, polisi juga mengingatkan bahaya mengemudi di bawah pengaruh alkohol maupun narkoba, berkendara melebihi batas kecepatan, serta tidak menggunakan sabuk keselamatan atau safety belt.
Kasatlantas Polres Mojokerto AKP Bernardus Bagas Simarmata mengatakan, pihaknya tidak hanya mengedepankan penindakan selama Operasi Patuh Semeru 2026, tetapi juga memperkuat langkah pencegahan melalui edukasi langsung kepada masyarakat, termasuk kalangan pelajar.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin menanamkan kesadaran kepada para guru dan siswa bahwa keselamatan berlalu lintas merupakan tanggung jawab bersama. Kepatuhan terhadap aturan harus dimulai dari diri sendiri, termasuk dengan menggunakan perlengkapan keselamatan dan tidak melakukan pelanggaran yang berisiko menyebabkan kecelakaan,” ujar AKP Bagas.
Tidak sekadar menyampaikan materi, personel Satlantas juga memberikan teguran simpatik, demonstrasi, serta praktik berkendara yang aman. Melalui coaching clinic tersebut, peserta mendapatkan pemahaman mengenai teknik dan perilaku berkendara yang benar saat berada di jalan raya.
Menurut AKP Bagas, lingkungan sekolah dan pondok pesantren memiliki peran penting dalam membentuk budaya tertib berlalu lintas sejak usia dini. Karena itu, edukasi keselamatan berkendara perlu terus dilakukan agar para pelajar tidak menganggap remeh aturan lalu lintas.
“Kami berharap para siswa dapat menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas, baik di lingkungan sekolah maupun ketika beraktivitas di jalan raya. Jangan sampai kelalaian kecil justru berujung pada kecelakaan yang membahayakan diri sendiri maupun orang lain,” tambahnya.
Melalui kegiatan ini, Satlantas Polres Mojokerto berharap kesadaran masyarakat terhadap keselamatan berlalu lintas semakin meningkat. Edukasi tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya menekan angka pelanggaran dan kecelakaan di wilayah Kabupaten Mojokerto selama pelaksanaan Operasi Patuh Semeru 2026.(erick)

















