Kabur Usai Bunuh Mertua, Pria Mojokerto Ditangkap di Surabaya

Pelaku pembacokan mertua dan istri di desa sumbergirang digelandang anggota satreskrim polres mojokerto.(foto:istimewa)
banner 120x600
banner 468x60

Mojokerto,lensaindo.id — pelaku pembunuhan berdarah yang menewaskan mertuanya di Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto, akhirnya tertangkap. Polisi meringkus pelaku Satuan (40) hanya sekitar enam jam setelah kejadian, Rabu (6/5/26).

Tim Satreskrim Polres Mojokerto menangkap pelaku di pinggir jalan kawasan Asemrowo, Surabaya, saat diduga hendak melanjutkan pelarian menggunakan kendaraan umum. Penangkapan cepat ini sekaligus mengakhiri pengejaran intensif yang sempat menggegerkan warga.

banner 325x300

Kasatreskrim Polres Mojokerto AKP Aldhino Prima Wirdhan mengatakan, pelaku langsung mengakui perbuatannya saat diamankan.

“Pelaku sudah mengakui perbuatannya dan tidak melakukan perlawanan saat ditangkap,” ujarnya.

Polisi mengungkap, setelah melakukan aksi keji, pelaku sempat dibantu kerabatnya menuju titik transportasi umum untuk kabur ke Surabaya. Namun, pergerakan pelaku berhasil dilacak dan dihentikan sebelum melarikan diri lebih jauh.

“Pelaku sempat menuju Surabaya menggunakan kendaraan umum. Kami amankan di wilayah Asemrowo,” jelas Aldhino.

Peristiwa berdarah itu sebelumnya menewaskan Siti Arofah, mertua pelaku, di lokasi kejadian. Sementara istri pelaku, Sri Wahyuni (36), mengalami luka berat akibat sabetan senjata tajam dan hingga kini masih dirawat intensif di RSUD dr Wahidin Sudirohusodo Kota Mojokerto.

Berdasarkan penyelidikan awal, aksi tersebut dipicu pertengkaran rumah tangga yang memuncak. Pelaku diduga lebih dulu menganiaya istrinya di dalam rumah kontrakan hingga mengalami luka di bagian leher dan wajah.

Korban Sri Wahyuni bahkan diduga sempat dikurung di dalam rumah dalam kondisi terluka.

Tak lama kemudian, ibu korban datang untuk mengantarkan paket. Karena pintu depan tertutup, korban masuk dari samping. Namun nahas, pelaku langsung menyerangnya menggunakan pisau hingga tewas di tempat.

Dari lokasi kejadian, polisi mengamankan sejumlah barang bukti, termasuk pisau dapur yang diduga digunakan dalam pembunuhan serta pakaian korban yang berlumuran darah.

“Kami sudah mengamankan pisau dan barang bukti lainnya,” kata Aldhino.

Saat ini, kondisi Sri Wahyuni masih dalam penanganan medis. Sementara itu, polisi menunggu hasil autopsi untuk memastikan penyebab pasti kematian korban.

Meski pelaku telah mengakui perbuatannya, penyidik masih mendalami motif secara menyeluruh, termasuk memeriksa sejumlah saksi dan pihak keluarga.

Kasus ini menyita perhatian warga karena terjadi di lingkungan permukiman padat dan dipicu konflik rumah tangga yang berujung tragis.

Kini pelaku telah diamankan di Mapolres Mojokerto dan akan menjalani proses hukum lebih lanjut.(erick)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *